Halo sahabat hoecken! pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang kegiatan life skill yang baru saja dilakukan dan diselesaikan. Lebih tepatnya kegiatan life skill berlangsung dari tanggal 6-21 Maret 2025. Kegiatan life skill tahun ini bukan menjadi yang pertama kali bagi sekolah SMA Pangudi Luhur Bernardus, karena merupakan tahun kedua. Penasaran kan, life skill yang dilakukan itu seperti apa?
Life skill sendiri secara langsung berarti kemampuan hidup, yang kita bisa artikan lagi yaitu kemampuan seseorang dalam menjalani kehidupannya sehari hari. Menurut Prof. Mulyani Sumantri dalam artikelnya tentang “Pendidikan Kecakapan Hidup”, life skills adalah kemampuan atau kecakapan yang dimiliki seseorang untuk memecahkan problema hidup secara proaktif dan kreatif.
Life skill di SMA Pangudi Luhur Bernardus ini bukan merupakan program pendidikan yang sepenuhnya baru, karena merupakan kegiatan yang menggantikan Live in. Life skill dan Live in memiliki tujuan dan fungsi yang sama, yaitu mempelajari hal baru yang tidak didapatkan di sekolah. Pada kegiatan Live in peserta didik akan dibawa ke suatu tempat kemudian mereka turun langsung dalam kegiatan pekerjaan sehari hari di daerah tersebut. Tempat yang dituju biasanya adalah sebuah desa dan para peserta didik akan menginap di rumah rumah warga dan ikut serta membantu kegiatan pekerjaan yang ada. Karena berada di desa, kebanyakan peserta didik akan membantu warga tempat mereka tinggal, misalnya melakukan kegiatan bertani, berdagang keliling, sebagai nelayan atau mengikuti pekerjaan sesuai dengan mata pencaharian penduduk yang berbeda.
Seiring dengan berkembangnya waktu, kegiatan Live in yang pernah dilakukan dirasa kurang relevan terutama jika dikaitkan dengan tujuan serta latar belakangnya. hal ini dikarenakan kondisi peserta didik dengan tempat Live in sangat berbeda. Sehingga apa yang mereka dapatkan di tempat Live in, biasanya hanya bertahan paling lama dalam hitungan bulan. Hal ini dikarenakan perbedaan kondisi tempat tinggal. Peserta didik yang ada di SMA Pangudi Luhur Bernardus memiliki lingkungan tempat tinggal di wilayah perindustrian, perkantoran.
Maka dari itu kegiatan Live in diperbarui dan diganti menjadi Life Skill. Life skill yang dilaksanakan SMA Pangudi Luhur Bernardus tahun ini adalah belajar untuk merasakan bekerja dengan durasi selama 10-14 hari kerja. Tempat yang digunakan untuk berkegiatan mulai dari pertokoan, perusahaan kecil hingga perusahaan besar. Peserta didik juga tetap pulang ke rumah tempat tinggalnya, sehingga tempat yang digunakan untuk berkegiatan diharapkan dekat dengan rumah peserta didik. Kegiatan Life skill ini diharapkan bisa membantu peserta didik untuk mendapatkan gambaran pekerjaan yang ada disekitar mereka, serta memberi pengalaman bekerja secara langsung yang tidak didapatkan di sekolah.
Hal teknis yang dilakukan oleh sekolah kepada peserta didik terkait dengan tempat yang akan dituju yaitu, peserta didik diberi kebebasan untuk mencari tempat kerja yang mereka inginkan dalam kurun waktu tertentu, kemudian dari situ sekolah akan mengeluarkan surat resmi yang akan diberikan ke masing masing tempat yang dituju. Tahun ini tempat kerja yang dipilih peserta didik sangatlah bervariasi, mulai dari kerja di kantor, PT, gudang, tempat makan, tempat minum, hotel, tempat kuliah, lembaga pendidikan bahasa, mall, toko bangunan, dan ada juga di tempat pemasaran rumah.
Setiap pekerjaan yang dipilih tentunya memiliki pelajaran yang berbeda beda bagi peserta didik. Bisa dipastikan hal yang dipelajari adalah hal baru dan tidak akan didapat ketika belajar di sekolah secara umum. Contoh nyata yaitu bagaimana cara bersosialisasi dan berelasi dengan tim dalam lingkungan kerja. Selama 10-14 hari mereka bekerja para peserta didik juga akan diberikan suatu form refleksi untuk mengingat hal hal baru yang telah dipelajari setiap harinya selama bekerja. Akhir dari kegiatan Life Skill peserta didik diminta melakukan presentasi di depan teman temanya dan para guru untuk berbagi pengalaman belajar yang didapatkan di tempat kerja ke semua peserta didik lainnya. Mungkin selama bekerja terdapat kesulitan yang dihadapi karena ini adalah suatu pengalaman baru bagi peserta didik, namun hal tersebut akan menjadi pengalaman berharga yang akan berguna ketika mereka bekerja di kemudian hari.
By: Delon Valentino Gunawan-10 A