Apabila kita mendengar kata “lomba” atau “pertandingan” sudah pasti ada kalah dan menang, iya gak sih? Kalau keduanya menang bukan lomba namanya.
Tanggal 18 Oktober 2022, PL mengirim team basket Putri SMA yang dibantu oleh rekan team basket putri SMP untuk mengikuti event Granity yang dilaksanakan di SMAS Anglo. Team PL pulang dengan senyum dan tawa disertai kekalahan penuh pengalaman.
Memang, dalam sebuah pertandingan kalah dan menang merupakan hal yang biasa terjadi. Karena menang atau kalah adalah bagian akhir pertandingan. Meraih kemenangan tentunya menjadi sebuah tujuan dan harapan utama dalam berkompetisi. Akan tetapi, terkadang harapan tak selamanya dapat terwujud, dan akhirnya kekalahan menjadi hasil yang diterima. Mungkin memang kita kalah dalam bertanding, namun kita telah menang dalam berjuang. Menurut saya, kegagalan adalah kemenangan yang tidak jadi. Namun ingat, ketidak jadian dalam meraih prestasi terbaik dalam sebuah kompetisi bukan akhir dari segalanya. Karena di balik kekalahan tersebut pastinya ada pelajaran yang bisa dipetik, yaitu mengambil ancang-ancang untuk menang.
Dari team lawan, kita bisa banyak belajar dan intropeksi loh, ya bahasa kasarnya sih sadar diri lah. Eh tapi pertama tama kita harus ingat firman Yesus dalam Matius 5:43-44 untuk mengasihi musuh kita ya gais ya. Nah jadi pembelajaran kita dalam mengevaluasi diri ialah, dilarang keras untuk korupsi dalam apapun itu termasuk waktu dan usaha. Ingat, time is waktu, kita sebagai anak bangsa harus bisa dong menghargai dan menggunakan waktu dengan bijaksana. Misalnya di kasus ini dengan cara terus berlatih dan tidak memikirkan alasan untuk santai santai membuang waktu, melainkan hanya memikirkan cara untuk menang. Menjadi juara tak selamanya menjadi pemenang, dan menjadi pemenang tidak hrs diposisi pertama. Karena pemenang sejati itu ada di dalam diri, mental, mindset, dan perilaku kita. Dan kemenangan terbesar bukan karena kita tidak pernah kalah, namun ketika kita bisa bangkit dari setiap kekalahan.
Kekalahan adalah waktu yang singkat apabila menyerah bukan teman baik kita. Tentu kekalahan selalu diikuti rasa kecewa, namun untuk apa berlarut larut dalam kesedihan kalau teteasan air mata tidak bisa mengembalikan kita ke waktu bertanding. Untuk apa terus bersedih kalau rasa kasihan dan iba tidak akan membuat kita memenangkan pertandingan. Hal utama dari pertandingan tersebut adalah pengalaman nya, bukan selalu tentang pemenang dan penghargaan. Untuk apa menang di pertandingan kalau kita sendiri tidak bisa menang untuk kontrol diri kita sendiri. Di mana ada orang yang menerima kekalahan, maka di situ juga ia siap menyambut kemenangan. Ingat, lebih baik kita kalah diantara orang hebat daripada menang diantara orang tak berbakat.
Stay full senyum
By : Evangelyne XII IPA