Halo Sahabat Hoecken, bagaimana kabarnya?
Harapan dari penulis semuanya sehat, terutama kelas 12 yang sedang PAT dilancarkan ya ujiannya. Untuk kelas 10 dan 11, pembelajaran juga semakin menyenangkan. Dan Sahabat Hoecken dimanapun berada semua merasa terberkati. Kali ini penulis akan menyampaikan berkaitan dengan “kejujuran”. Hal ini terinspirasi dengan beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini. Banyak sekali di media masa kita melihat kebohongan-kebohongan, namun lambat laun ahirnya terbongkar. Sehingga semakin meyakinkan penulis mengambil tema “kejujuran”. Ada yang berpendapat bahwa “Jujur itu Ancur”. Eiiits….penulis ingatkan ya, mending dari sekarang kita ganti menjadi “Jujur itu mujur”
Di era globalisasi yang semakin berkembang dan juga serba instan, tentu apa pun bisa berubah dengan cepat karena tidak adanya batasan ruang dan waktu. Nilai-nilai kehidupan juga ikut berubah. Perilaku budi pekerti, akhlak, serta moral tidak menjadi perhatian setiap manusia karena nilai yang dianggap sebagai landasan perilaku juga mudah berubah, salah satunya adalah sikap jujur. Penulis merasa bahwa kejujuran sekarang ini sepertinya menjadi hal yang masih perlu dipegang erat. Tidak heran di tengah kehidupan yang tinggi tingkat persaingannya ini sikap jujur menjadi hal langka dari diri seseorang. Penipuan terjadi di mana-mana, orang-orang juga menganggap kebohongan adalah hal lumrah. Tentu sikap seperti ini sangat disayangkan, karena tidak semua orang memiliki karakter demikian. Manfaat jujur sangat penting dan perlu untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh sebab itu, perilaku jujur perlu ditanamkan pada diri sendiri, juga kepada orang-orang yang ada di sekeliling anda. Karena hal itu, kamu bisa mendapatkan manfaat menguntungkan, baik dalam lingkup keluarga, pendidikan, pekerjaan hingga lingkungan sosial. Penulisakan menyampaikan bagaimana menerapkan kejujuran terutama di dunia pendidikan. Mungkin beberapa tidak terlalu mempermasalahkan ya? Namun disini kita bisa mengawali sebagai tindaklanjut proses yang ada di rumah.
Beberapa contoh kejujuran yang ada di dunia pendidikan, misalnya:
Sahabat Hoecken bisa memberikan contoh yang lainnya lagi ya, karena memang banyak yang bisa kita terapkan. Secara tidak langsung, ketika kita melakukan kejujuran ada hal baik yang dapat kita rasakan. Berikut ini adalah manfaat jika kita jujur:
Dapat Dipercaya
Orang yang tidak memiliki sikap jujur, tentunya akan ada banyak kebenaran yang disembunyikan. Oleh karena itu, orang lain selalu diselimuti rasa curiga dan ketidakpercayaan. Meskipun sikap jujur ini tampak sederhana, namun dengan menanamkan dalam diri sendiri tidaklah bisa dikatakan mudah. Perlu adanya keterbiasaan yang pastinya harus ditanamkan sejak kecil. Dengan begitu, seiring bertambahnya usia sikap tersebut tetap melekat dan orang lain pun juga bisa memberikan kepercayaannya. Hal ini tentunya peran orang tua terutama dalam mendampingi putra-putrinya bisa menjadikan teladan agar mereka bisa menirunya.
Memiliki Banyak Teman
Dengan menjadi orang yang jujur, maka tentu memiliki banyak teman. Hal ini tak lain karena dengan bersikap jujur, maka segala perkataan dan tingkah laku pun bisa dipercaya oleh orang lain. Hal inilah yang membuat orang menyukai teman yang jujur, bahkan dengan memiliki teman yang jujur, hal ini bisa membuat hubungan pertemanan selalu bahagia dan harmonis tanpa ada kebohongan satu sama lain. Oleh karena itu, sikap jujur hendaknya harus ditanamkan sejak dini.
Meningkatkan Prestasi
Manfaat perilaku jujur juga bisa membuat seseorang untuk meningkatkan prestasi, baik itu di dunia pendidikan maupun di dunia kerja. Dalam dunia pendidikan, sikap jujur membuat kita ingin terus menggali ilmu pengetahuan untuk memperkaya diri dengan wawasan. Sedangkan di dunia kerja, sikap jujur juga sangatlah penting. Hal ini juga bisa meningkatkan prestasi di tempat kerja. Karena sikap terpuji inilah, atasan pun bisa menilai karyawan mana yang tepat untuk diberikan kepercayaan dan tanggung jawab mengemban tugas.
Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Manfaat jujur bisa membuat seseorang mampu meningkatkan rasa percaya diri. Hal ini tak lain karena dengan bersikap jujur, maka tidak ada sesuatu yang disembunyikan. Secara otomatis kita tidak akan memikirkannya dan bisa menjalani hidup dengan lebih percaya diri karena tidak ada rasa bersalah dalam diri. Sementara itu, jika kita tidak menerapkan perilaku jujur, maka pikiran akan terfokus pada hal yang disembunyikan tersebut. Hal ini yang membuat kita ketika bertemu orang lain tidak bisa merasa nyaman, serta kepercayaan diri tampak menurun.
Hidup lebih tenang karena berani mengakui kesalahan
Jika seseorang berani mengakui kesalahan, maka hati kita pun akan merasa jauh lebih tenang. Misalnya, dengan mengakui kesalahan ketika tidak tertib lalu lintas dan ditilang polisi misalnya. Ketika kita melanggar, tentu saja hal hukuman bisa datang. Jika memang kita harus terkena hukuman, hal yang patut dilakukan adalah mengakuinya. Ketidakpatuhan kita terhadap lalu lintas bisa menyebabkan nyawa orang lain dalam bahaya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menerapkan sikap yang jujur dalam hidup bermasyarakat.
Mudah-mudahan dari apa yang telah dibaca, bisa menginspirasi sahabat Hoecken ya. Seperti kutipan ayat Alkitab berikut ini:
Amsal 11:3 “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya”.
Matius 5: 37 "Tetapi hendaknya perkataanmu demikian, Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak: Karena semua yang di luar itu datangnya dari si jahat"
By: Leads